Tarsus Sub 2
Learning how to use @nuxt/content to create a blog again
Update: May 20, 2021
Kalimat takbir (الله أَكْبَر Allahu Akbar) berkumandang sebagai tanda kemenangan atas puasa satu bulan penuh dibulan Ramadhan. Kami masyarakat muslim merayakannya dengan sukacita. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga melainkan melatih diri untuk sabar, lebih taat pada sang pencipta, saling berbagi dan masih banyak lainnya.
Dalam suasana ini setiap individu punya peranan masing-masing, seperti para ibu dan bapak yang sibuk mempersiapkan makanan dan kue-kue khas lebaran, para remaja yang mengisi dengan bertakbir di mushola atau masjid dan Pawai Obor menjadi salah satu acara rutin yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Dengan melafalkan kalimat takbir (الله أَكْبَر Allahu Akbar) secara bersama-sama dan sambil membawa Obor mengelilingi jalan-jalan utama desa Pawai Obor dilaksanakan. Menarikya peserta dari Pawai ini mayoritas masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) dan para remaja sebagai pemandu dan pengaman jalannya acara Pawai tersebut. Mereka para peserta walaupun terbilang masih cukup kecil tapi niat dan antusiasnya sangat tinggi, terbukti dengan berteriak takbir dan sambil membawa Obor mampu berjalan jauh berkilometer. Walaupun pada akhirnya merasa capek tapi mereka terlihat senang dan gembira seakan terbayar rasa lelah mereka setelah mengikuti Pawai Obor tersebut.
Hal ini yang ingin kami para generasi muda untuk menjaga dan melestarikan, agar generasi selanjutnya tetap bisa menikmati dan merayakan bersama-sama. Suatu kebangaan bisa membuat perasaan senang dan semangat bersama-sama dengan muslim atau nonmuslim lainnya yang menyaksikan. Sebuah adegan kebersamaan umat untuk merayakan hari raya yang penuh makna.